Masa mabung (moulting) atau ganti bulu merupakan siklus alami yang sangat krusial bagi kehidupan Murai Batu. Pada periode ini, burung menguras banyak sekali energi untuk merontokkan bulu-bulu tua sekaligus menumbuhkan bulu-bulu baru yang lebih sehat. Kesalahan dalam memberikan pakan harian saat mabung tidak hanya membuat proses rontok berjalan lambat, tetapi juga bisa menyebabkan bulu baru tumbuh kusam, kriting, hingga menurunkan mental bertarungnya.

Oleh karena itu, penyesuaian racikan nutrisi dan Extra Fooding (EF) selama proses ini mutlak diperlukan. Lantas, bagaimana pola pemberian pakan harian yang paling ideal untuk Murai Batu yang sedang mabung? Berikut panduan lengkapnya.
Prinsip Nutrisi Saat Masa Mabung
Secara fisiologis, bulu burung terbuat dari zat keratin yang didominasi oleh protein. Saat mabung, kebutuhan protein Murai Batu meningkat drastis melebihi kondisi harian biasa.
Fokus perawatan pakan dibagi menjadi dua fase utama:
- Fase Anjlok/Rontok Bulu: Membutuhkan pakan bertipe “panas” atau kaya kalsium untuk mempercepat jatuhnya bulu tua.
- Fase Dokor (Dorong Ekor/Bulu Baru): Membutuhkan nutrisi tinggi protein, vitamin, dan mineral agar pertumbuhan bulu baru berjalan maksimal, elastis, dan mengkilap.
Formula Pakan Harian Berdasarkan Fase Mabung
1. Fase Meluruhkan Bulu (Awal Mabung)
Pada fase ini, turunkan intensitas penjemuran dan fokus pada percepatan perontokan bulu.
- Voer: Tetap sediakan voer harian berkualitas di dalam sangkar.
- Jangkrik: Berikan dengan porsi standar (misal 5 ekor pagi dan 5 ekor sore). Pilih jangkrik yang sudah diberi pakan sayuran/daun mengkudu (gut loading).
- Ulat Bumbung / Ulat Hongkong: Berikan 3–5 ekor ulat hongkong di pagi hari untuk membantu menaikkan suhu tubuh burung secara perlahan agar bulu tua mudah lepas.
- Kroto: Berikan 1 sendok makan sebanyak 2 kali seminggu.
2. Fase Pertumbuhan Bulu Baru (Fase Dokor)
Setelah bulu tua habis dan jarum-jarum bulu baru mulai muncul, hentikan pakan bertipe terlalu panas dan alihkan ke nutrisi pembentuk jaringan bulu.
- Jangkrik (Ditingkatkan): Naikkan porsi jangkrik menjadi 7–10 ekor pagi dan sore. Jangkrik adalah sumber protein utama agar bulu baru tumbuh tebal dan kuat.
- Kroto Segar (Rutin): Berikan 1 sendok makan kroto segar setiap hari atau selang-seling (2 hari sekali). Kandungan protein dan air pada kroto membuat bulu baru tumbuh lebih halus, mulus, dan tidak pecah-pecah.
- Cacing Tanah: Berikan 1–2 ekor cacing tanah sebanyak 2 kali seminggu. Cacing sangat bagus untuk menstabilkan emosi burung sekaligus menghaluskan tekstur bulu baru.
Suplemen Tambahan untuk Mengoptimalkan Hasil
Selain EF alami, Anda dapat menambahkan vitamin khusus mabung (moulting drop/liquid) yang dicampurkan ke dalam air minum 2–3 kali seminggu. Suplemen ini berfungsi untuk:
- Mencegah burung kekurangan kalsium dan asam amino.
- Menjaga daya tahan tubuh (imunitas) agar tidak gampang terserang penyakit saat kondisi fisik sedang drop.
- Mencegah terjadinya bulu rapuh atau patah di pertengahan jalan.
Pantangan Pakan dan Perawatan Saat Mabung
- Hindari Penjemuran Ekstrem: Jangan menjemur Murai Batu yang sedang tumbuh bulu muda (bulu jarum) terlalu lama, karena sinar matahari langsung dapat membuat bulu baru menjadi kaku, kering, dan melengkung tidak wajar.
- Stop EF yang Terlalu Tajam: Hindari pemberian ulat hongkong berlebihan pada fase dokor karena dapat membuat burung over emosi dan mencabuti bulunya sendiri yang baru tumbuh (cabut bulu).
- Pelihara Kebersihan Pakan: Pastikan kroto yang diberikan selalu dalam kondisi segar dan tidak basi agar tidak menimbulkan infeksi pencernaan.
Kesimpulan
Kunci utama pakan harian Murai Batu saat mabung adalah konsistensi dan pemenuhan kadar protein tinggi. Dengan mengombinasikan porsi jangkrik yang cukup, kroto segar, serta cacing tanah secara teratur, proses ganti bulu akan berjalan mulus dan menghasilkan ekor serta bulu baru yang rapi, mengkilap, dan siap kembali bertarung di lapangan.




